Term of Refference Kursus “Keluarga Sakinah” Untuk Guru Agama Islam di DKI Jakarta dan Sekitarnya

foto 1 misa

Dasar Pemikiran

Keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah adalah tema yang sangat popular di kalangan anak muda, pengantin baru, bahkan mereka yang telah berpuluh tahun menikah. Harapan ini senantiasa didengungkan ketika seseorang memasuki jenjang pernikahan maupun senantiasa disampaikan berulang-ulang dalam rangkaian upacara pernikahan. Tak lain dan tak bukan karena “keluarga bahagia” adalah impian setiap orang.

Ironisnya, impian tentang sebuah keluarga bahagia seringkali diikuti dengan pemahaman-pemahaman tentang relasi suami isteri yang tidak setara. Hal inilah yang sering memunculkan terjadinya tindak kekerasan dalam rumah tangga, yang kadang berujung pada perceraian. Sebagai contoh, data Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat pada tahun 2007 dari 25 ribu kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 17 ribu di antaranya dilakukan oleh suami terhadap istri. Jumlah kasus sebanyak itu dihimpun dari 215 lembaga yang menganani atau mendapati kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. (Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2008/3/8/17-ribu-kasus-kdrt-dilakukan-suami). Selain itu di PN Jakarta Pusat, angka perceraian selama tahun 2006 cukup tinggi yakni sekitar 111 perkara, sedang tahun 2007 sekitar 94 kasus dan sejak awal 2008 ada sekitar 11 gugatan cerai. Seperti di PN lainnya, gugatan diajukan isteri karena persoalan ketidak-cocokan dan masalah ekonomi.(Sumber : http://www.poskota.co.id/ news_baca.asp?id=33927&ik=3).

Munculnya fenomena yang menyebabkan berbagai kasus seperti di atas, sangat dipengaruhi oleh kesadaran akan makna dan hakikat sebuah pernikahan dan keluarga. Relasi antara suami dan isteri yang adil dan setara merupakan unsur penting dalam membangun sebuah perkawinan yang sehat dan penuh ketentraman. Inilah sebenarnya titik tekan ajaran Islam dalam hal perkawinan. Seperti yang seringkali tertera dalam kartu undangan pernikahan, Alqur’an menyatakan :

Dan, di antara tanda-tanda kebesaran-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram di sampingnya.  Dan, dijadikannya kasih sayang di antara kamu.  Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir. (QS. Ar-Rum : 21)

Kursus persiapan perkawinan sebenarnya merupakan sesuatu yang diperlukan oleh para calon pasangan pengantin untuk memasuki kehidupan berkeluarga Hal ini karena karena kehidupan setelah pernikahan sangatlah berbeda dengan ketika masa ta’aruf atau pacaran. Waktu ta’aruf atau pacaran yang lama, tidak menjamin perkawinan otomatis langgeng dan begitu juga sebaliknya. Selain itu, pasangan muda pun sesekali perlu penyegaran untuk menghayati kembali nilai-nilai dasar perkawinan untuk tetap menjaga keseimbangan biduk rumah tangganya.

Belajar dari pengalaman yang telah dipraktikkan di beberapa negara, setiap calon pengantin diwajibkan mengikuti kursus pranikah yang di Singapura disebut Kursus Bimbingan Rumah Tangga. Untuk calon pengantin Muslim, peserta kursus bimbingan rumah tangga memperoleh sijil (sertificate) yang diiktiraf oleh Jabatan Pernikahan Islam setempat. Selain Singapura atau Malaysia, di beberapa negara Eropa nasihat sebelum perkawinan diperoleh pasangan yang hendak menikah, setara dengan kuliah satu semester, sementara di Indonesia hanya sekitar 30 menit saat berhadapan dengan penghulu setelah dilaksanakannya ijab kabul. (Sumber : http :// www. Republika.co.id /Koran_detail.asp?id =324885&kat_id=16).

Kursus “Keluarga Sakinah” ini adalah salah satu ikhtiar Rahima untuk mewujudkan sebuah tatanan relasi keluarga yang setara dan berkeadilan bagi suami isteri. Selama ini, pembahasan tetang perkawinan lebih banyak dilihat dari sisi yang tidak seimbang karena lebih menekankan pada hak suami dan kewajiban isteri. Melalui penyadaran akan relasi yang setara dalam kehidupan pernikahan, suami-isteri diharapkan lebih dapat bekerjasama untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, melindungi hak-hak perempuan yang seringkali rentan mengalami kekerasan dalam kehidupan perkawinan, maupun menjadikan keluarga sebagai sebuah entitas untuk mewujudkan nilai-nilai universal agama seperti kesetaraan, keadilan, maupun penghormatan atas hak asasi manusia.

Sejak tahun 2008, Rahima telah bekerjasama dengan asosiasi guru pendidikan agama Islam Indonesia (AGPAII). Komunitas guru PAI ini dinilai strategis karena mereka memiliki komunitas peserta didik di sekolah. Berangkat dari pemikiran di atas serta didorong oleh cita-cita penguatan nilai-nilai sakinah mawaddah dan rahmah untuk setiap keluarga, dan agar kursus ini menjadi lebih tepat sasaran, maka Rahima merasa perlu untuk bekerja sama dengan Departemen Agama RI untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penguatan Keluarga Sakinah bagi Guru-guru Pendidikan Agama Islam. Melalui kursus ini diharapkan nilai-nilai keluarga sakinah dapat ditularkan kepada para siswa SMA/SMK/MA. Sehingga, dalam jangka panjang, pengalaman-pengalaman pahit dalam rumah tangga seperti KDRT, penelantaran ekonomi dan sebagainya, dapat diantisipasi, setidaknya diminimalisir. Selain itu sosialisasi nilai-nilai keluarga sakinah dapat terus-menerus dilakukan sebagai bekal persiapan dan perjalanan pernikahan keluarga-keluarga di Indonesia.

Tema :

Menuju Keluarga Sakinah, Keluarga Setara, Adil, dan Tanpa Kekerasan

 

Tujuan :

1) Tersosialisasikannya nilai-nilai Islam mengenai kesetaraan dan keadilan dalam relasi keluarga di kalangan guru agama Islam sebagai bekal pendidikan lepada muridnya.

2) Terintegrasikannya pemahaman nilai-nilai Islam mengenai kesetaraan dan keadilan dalam relasi keluarga ini melalui materi ajar agama Islam

3) Tumbuh kembangnya kesadaran, pengetahuan dan skill guru agama Islam dalam membekali murid-muridnya menghadapi persoalan sosial termasuk ketimpangan relasi gender dalam masyarakat.

Target

1) Diikuti oleh 35 orang guru dari 35 sekolah menengah atas (SMU dan SMK) di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

2) Adanya Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa pengembangan materi ajar mengenai “Keluarga Sakinah” dengan menanamkan nilai-nilai Islam tentang kesetaraan dan keadilan dalam relasi keluarga.

 

Kelas Belajar dan Peserta

1) Angkatan II ini diikuti oleh 35 orang peserta dalam satu kelas.

2) Peserta adalah guru-guru agama Islam untuk sekolah menengah tingkat atas (SMU dan SMK) di DKI Jakarta.

 

Waktu

Kursus ini akan diselenggarakan selama 2 hari, pada hari Sabtu-Ahad, 6-7 Juni 2009 pukul 08.30 – selesai

 

Tempat

Kegiatan ini akan dilaksanakan di PPPPTK Bahasa Jl. Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12640 JKS LA 7706. Telp. 021-7271034 Faks. 021-7271032

Materi (Kurikulum Belajar dan Narasumber)

Dipandu dan disampaikan oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi disampaikan dengan beragam metode seperti ceramah dan dialog, role-play, pemutaran film, dan lain-lain. Adapun materi yang dibahas selama kursus adalah sebagai berikut :

Ø Keynote Speech: Peran dan Kebijakan Pemerintah dalam Pembinaan Keluarga Sakinah. Oleh: Kepala Badan Litbang dan Diklat Departemen Agama atau pejabat yang berwenang.

Ø Pembicara/Narasumber

1) Materi 1 : Identifikasi/Pemetaan Kekhawatiran dan Harapan Oleh Fasilitator

2) Materi 2 : Kesetaraan di Luar dan Di Dalam Pernikahan. Oleh: KH. Hussein Muhammad

3) Materi 3 : Kesehatan Reproduksi sebagai Pilar Keluarga Sakinah. Oleh: Dra. Hj Masruchah (Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia)

4) Materi 4 : Praktek Pernikahan yang Menggadaikan Keluarga Sakinah Oleh : Dr. Nur Rofiah (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

5) Materi 5 : Menuju Gerbang Pernikahan yang Menggadaikan Keluarga Sakinah Oleh: Dr. Nur Rofiah (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

6) Materi 6 : Menjalani Pernikahan Oleh: Farha Ciciek, M.Si. (Peneliti Kajian Islam dan Gender)

7) Materi 7 : Jika Sakinah Gagal Diraih oleh Nur Achmad, M.Ag (Dosen STIE Ahmad Dahlan)

8) Materi 8 : Kembali Pada Esensi Pernikahan Oleh Fasilitator

9) Materi 9 : Evaluasi dan Tindak Lanjut Oleh Fasilitator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: