Luangkan Waktumu Untuk Membaca Al Qur’an

alquran

Menjadi seorang remaja muslim memang amat beruntung. Hanya remaja muslim yang memiliki Al Qur’an, satu buku yang tidak ada tandingannya di dunia. Bayangkan, di seluruh dunia, hanya Al Qur’an-lah satu-satunya buku dibaca dengan cara yang sama, bahasanya sama, dihafal oleh banyak orang dan dibaca hampir satu miliar orang di dunia. Dan sejak turun 14 abad yang silam Al Qur’an tetap terjaga keasliannya. Al Qur’an belum pernah berubah.

Bukan cuma hebat, Al Qur’an adalah mukjizat. Terbukti sampai saat ini tidak ada seorang pun manusia yang bisa membuat buku dengan gaya bahasa seindah Al Qur’an. Karenanya tidak ada keraguan sama sekali bahwa Al Qur’an adalah firman Allah, bukan buatan manusia. Firman Allah Ta’ala:

“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”(Al Baqarah [2]:23).

Tapi tahukah kamu kalau membaca Al Qur’an itu menyenangkan? Kalau membaca Al Qur’an itu nggak bikin kita bete? Buang jauh-jauh juga pikiran kamu bahwa Al Qur’an itu cuma cocok untuk orang tua. Al Qur’an turun untuk kita semua, termasuk kamu remaja. Al Qur’an datang untuk membantu kita supaya berjalan dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Nggak mungkin kan kita hidup tanpa ‘aturan’? Kalau itu terjadi bisa kita bayangkan dunia ini akan kacau. Orang seenaknya menjelek-jelekkan orang lain, menggangu yang lemah, merampas uang orang, dsb. Itulah sebabnya Allah mendatangkan Al Qur’an. Tidak lain agar hidup kita tidak ‘gelap’, tapi terang benderang karena petunjukNya.

“Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”(Al Maidah [5]:16).

Ketika kita membaca Al Qur’an, kita akan mendapatkan berbagai kisah-kisah umat dan para nabi terdahulu yang banyak mengandung hikmah. Kisah Nabi Nuh as. yang ditinggal anak dan istrinya yang tidak mau beriman, sehingga akhirnya mereka ditenggelamkan Allah. Rekaman dialog yang berani dan jenius antara Nabi Ibrahim yang masih muda dengan raja lalim dan musyrik, Namrudz. Atau kita juga bisa membaca ketabahan pada diri seorang Nabi Yusuf as. dalam menjaga kesucian dirinya dari godaan para wanita yang menyukainya. Dan masih banyak lagi sejarah umat-umat terdahulu yang pantas untuk diambil pelajaran bagi kita.

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”(Yusuf [12]:111).

Al Qur’an juga mengajak orang-orang yang membacanya untuk memikirkan beragam fenomena alam sebagai bukti atas keberadaan Allah dan kekuasaanNya. Nantinya, orang-orang yang ikhlas dan mau berpikir dengan sehat akan beriman dan menerima kebenaran Islam. Untuk masalah itu Al Qur’an memakai contoh-contoh yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh setiap orang. Simak saja sebagian ayat-ayatnya berikut ini:

“Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(An Nuur [24]:45).

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”(Al Hijr [15]:22).

Saat kita membaca Al Qur’an, kita juga akan semakin yakin kalau kehidupan dunia ini nggak kekal. Begitupula berbagai kejadian yang menimpa hidup kita –manis ataupun pahit – tidak abadi. Akan berakhir dan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah yang telah menciptakan kita. Jadi kita nggak akan besar kepala, meremehkan orang lain kalau mendapatkan banyak keberuntungan dalam hidup ini. Atau kalau kita sedang merasa bete, kesal dengan masalah-masalah, kita akan ngerti kalau itu adalah ujian dari Allah dan tidak akan terjadi selamanya. Kalau kita bersabar maka ada balasan yang besar dariNya.

Kalau kamu ganteng, kamu cantik, kamu pintar, kamu juara kelas, kamu punya tubuh yang sehat, maka jangan dulu berpikir bahwa kamu lebih baik dari orang lain, lalu kamu tertipu dengannya. Atau kalau kamu punya kekurangan secara fisik, kamu tidak sepandai orang lain, kamu tidak punya uang sebanyak orang lain, kamu juga bukan juara kelas, kamu remaja yang ‘biasa-biasa’ saja, jangan dulu berpikir kalau kamu tidak beruntung. Karena yang beruntung adalah remaja yang mengisi dunia ini dengan berbagai amal shaleh. Keberuntungan hidup yang dimiliki seseorang di dunia ini tidak ada artinya kalau tidak ada ketakwaan pada Allah, menjalankan aturan-aturanNya.

“Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni`matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.”(At Taubah [9]:38).

Kalau kamu membaca Al Qur’an dan memahaminya, maka kamu akan semakin pede menjadi remaja muslim, tidak pandang apakah kamu ‘beruntung’ dengan berbagai karunia fisik, ataukah ‘kurang beruntung’. Yang penting kamu adalah seorang remaja muslim yang terus berusaha meningkatkan ketakwaanmu kepada Allah.

Kalau kamu membaca Al Qur’an, maka kamu juga akan semakin giat untuk menjadi remaja muslim yang baik, yang cinta pada agama. Karena di dalam Al Qur’an Allah menjanjikan berbagai balasan buat kita, umat Muslim. Siapa saja yang selalu berusaha menjadi muslim yang baik, menjaga keimanan, sabar menghadapi berbagai ujian dariNya, dan berjuang menegakkan kemuliaan agamaNya, Allah menjanjikan kenikmatan surga di akhirat sana. FirmanNya:

“Sesungguhnya orang yang berbuat kebaikan itu benar-benar berada dalam keni’matan yang besar (surga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh keni’matan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.”(Al Muthaffifin [83]:22-28)

Membaca Al Qur’an juga akan memberikan ketenangan dan kelembutan hati. Kita jadi makin yakin kalau hidup ini nggak sendirian, ada Allah yang selalu siap menolong kita. Allah juga cinta pada orang-orang yang gemar membaca Al Qur’an.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”(Al Faathir [35]:29).

Jadi kenapa kita nggak mulai untuk membaca Al Qur’an? Sama sekali nggak rugi, malah bermanfaat, berpahala, walaupun bacaan kita belum lancar.

“Orang yang pandai membaca Al Qur’an akan berkumpul bersama para malaikat yang mulia dan taat, sedang orang yang terbata-bata jika membaca Al Qur’an, maka baginya dua pahala.”(HR. Bukhari, Muslim).š

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: