KECEPATAN CAHAYA

kecepatan cahaya

Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C,

atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini

diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut:

ü US National Bureau of Standards

C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

ü The British National Physical Laboratory

C = 299792.4590 + 0.0008 km/det

Tapi anda seharusnya tahu bahwa

konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam. Al-Qur’an, kitab suci umat Islam.

”Dialah (Allah) yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya

dan ditetapkanya tempat-tempat bagi perjalanan bulan itu agar kamu mengetahui

bilangan tahun dan perhitungan (waktu)” (10:5)

”Dialah (Allah) yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.

Masing-masing beredar dalam garis edarnya” (21:33).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya

dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.”(32:5)

Berdasar ayat-ayat tersebut diatas,

terutama ayat yang terakhir (ayat 32:5)

dapat disimpulkan bahwa :

Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari

sama dengan

jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan

C . t = 12000 . L

dimana : C = kecepatan Sang urusan

t = waktu selama satu hari

L = panjang rute edar bulan selama satu bulan

Berbagai sistem kalender telah diuji,

namun “Sistem kalender bulan sidereal” menghasilkan nilai C

yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran

Ada dua macam sistem kalender bulan:

1. Sisyem sinodik, didasarkan atas penampakan semu

gerak bulan dan matahari dari bumi.

1 hari = 24 jam

1 bulan = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif

bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta.

1 hari = 23 jam 56 menit 4.0906 detik

= 86164.0906 detik

1 bulan = 27.321661 hari

Bulan kembali ke posisi semula tepat pada

garis lurus antara matahari dan bumi.

Periode ini disebut “satu bulan sinodik”

Selanjutnya perhatikan rute bulan selama satu bulan sidereal

Rutenya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan

melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v . T

L = v.T

Dimana : v : kecepatan bulan

T : = periode revolusi bulan

= 27.321661 hari

Ada dua tipe kecepatan bulan :

1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan

rumus berikut:

ve = 2 . p . R / T

dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km

T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam

Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam

= 3682.07 km/jam

2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Yang ini yang akan diperlukan.

Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengalikan

yang pertama dengan cosinus a, sehingga:

v = Ve * Cos a

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal

a = 26.92848o

C . t = 12000 . L

C . t = 12000 . v . T

C . t = 12000 . ( ve . Cos a ) . T

Ingat !

L = v . T

Ingat !

v = ve . Cos a

Ingat !

ve = 3682.07 km/jam

a = 26.92848o

T = 655.71986 jam

t = 86164.0906 det

C = 12000 . ve . Cos a . T / t

C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det

C = 299792.5 km/det

Bandingkan C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan

dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui !

Nilai C hasil perhitungan

C = 299792.5 Km/det

Nilai C hasil pengukuran

® US National Bureau of Standards

® C = 299792.4574 + 0.0011 km/det

® The British National

Physical Laboratory

C = 299792.4590 + 0.0008 km/det

® Konferensi ke 17 tentang

Ukuran dan Berat Standar

“Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang

hampa selama 1/299792458 detik ”

Al quran 32: 1-5

Dengan nama Allah yang Maha pengasih Maha penyayang

Alif Lam Mim. Turunnya kitab ini tanpa keraguan padanya, dari Rabb semesta

Tetapi mengapa mereka mengatakan:”Ia (Muhammad saw) mengada- adakannya”. Sebenarnya

ini adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang

kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelummu; agar mereka mendapat petunjuk.

Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam periode,

kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun

dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari

yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu.

Kesimpulan

(dari Artikel Prof Elnaby)

“Perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C

hasil pengukuran selama ini dan juga mnunjukkan kebenaran AlQuranul karim

sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam

karena penulisnya adalah Sang pencipta alam semesta.”

Referensi:

Elnaby, M.H.,

1990, A New Astronomical Quranic Method for

The Determination of The Greatest Speed C

http://www.islamicity.org/Science/960703A.HTM

Fix, John D.

1995, Astronomy, Journey of the Cosmic Frontier,

1st edition, Mosby-Year Book, Inc.,

St Louis, Missouri

The Holy Quran online, http://islam.org/mosque/quran.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: