Ngobrol Dong Dengan Tuhanmu

pencari tuhan

Bukannya mau nuduh, tapi saya sering melihat remaja yang shalatnya belang-belang. Isya sholat, shubuhnya kelewat. Dzuhur dikerjain, Asharnya bablas. Saya percaya mereka tahu betul bahwa shalat itu wajib, tapi yang mungkin belum dipahami adalah makna dan pentingnya shalat. Buat apa seh gue shalat? Kira-kira demikian pertanyaannya. Toh, shalat atau nggak shalat nggak ngaruh buat hidup gue. Gaul tetap jalan, belajar tetap lancar, kesehatan juga nggak terganggu.

Kalau itu alasan mereka, maka jawabannya betul. Buah pelaksanaan shalat itu memang tidak nampak, setidaknya dalam waktu singkat. Orang yang tidak shalat kan nggak bakalan langsung benjol, misalkan, atau kena penyakit kutil. Biasa aja.

Tapi pernahkah kamu bete luar biasa sampai tidak ada seorang pun di sekitar kita, orang tua dan teman-teman yang bisa mengeluarkan kita dari ke-bete-an itu. Bayangkan kamu sedang sakit parah, atau di tengah peperangan yang dahsyat, atau diburu hewan buas, apa yang bisa kita lakukan dalam keadaan seperti itu?

Buat mereka yang tidak pernah mau mengakui adanya Tuhan, maka keadaan itu adalah mengerikan. Kemana dan pada siapa akan meminta pertolongan? Cobalah dengarkan cerita orang-orang yang menggunakan narkoba seperti putauw sebagai “jalan keluar” dari berbagai masalah hidup. Orang-orang yang putus cinta, para pengusaha yang bangkrut, para pekerja yang stress karena tekanan pekerjaannya, remaja yang broken home, dsb. Bagi mereka, ‘terbang’ dengan menggunakan narkoba adalah solusi. Kenyataannya, ketika mereka fly masalah sesungguhnya belum selesai, bahkan masalah baru — yang lebih berat — sedang menjerat mereka.

Tahukah kamu sebabnya mereka percaya narkoba sebagai jalan keluar? Karena mereka tidak tahu bahwa ada Allah SWT yang siap mendengarkan keluh kesah mereka bahkan membantu mereka keluar dari berbagai masalah. Allah bukanlah Zat yang dzalim yang membiarkan kita, manusia, kebingungan dan tersesat dalam kehidupan ini. Dia juga tidak akan membuat kita sengsara. Sebaliknya Allah sangat suka memberikan pertolongan pada hamba-hambaNya yang soleh dan dekat padaNya. Allah selalu membuka pintu rahmatNya dan kasih sayangNya untuk kita semua. Tentu kalau kita percaya dan mau ‘berbicara’ kepadaNya.

Shalat adalah salah satu cara yang Allah berikan pada kita untuk ‘ngobrol’ denganNya. Karena kalau kita simak, hampir seluruh bacaan dalam shalat adalah doa, permohonan kita kepadaNya. Ada permohonan kita pada Allah agar Ia memudahkan rizki, ada juga permohonan pengampunan dosa, menunjukkan jalan yang lurus, dan juga ada doa agar kita tidak dikumpulkan bersama orang-orang yang dzalim dan sesat. Simak aja surat Al Fatihah yang harus kita baca dalam tiap shalat:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(5)اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(6)صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ(7)

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(Al Fatihah [1]:6-8).

Atau bacaan ketika kita sedang duduk di antara dua sujud.

رَبِّ اغْفِرْلىِ وَارْحَمْنىِ وَاجْبُرْنىِ وَاهْدِنىِ وَارْزُقْنىِ

”Tuhanku ampunilah daku, kasihanilah aku, tutupkanlah segala aibku, tunjukilah daku – ke jalan yang lurus –, dan berilah rizki padaku.”

Selain itu, dengan shalat, Allah berjanji akan menghapuskan sebagian dosa-dosa kita yang berjalan dari waktu ke waktu. Sabda Nabi saw:

“Apa pendapat kamu sekiranya terdapat sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari sebanyak lima kali. Apakah masih lagi terdapat kotoran pada badannya؟” Para Sahabat menjawab: “Sudah pastinya tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya.” Lalu baginda bersabda: “Begitulah perumpamaannya dengan shalat lima waktu. Allah menghapuskan segala kesalahan mereka”.

Maka, tidak mengerjakan shalat, sama saja memutuskan hubungan kita dengan Allah. Yang berarti kita tidak punya tempat untuk curhat, meminta pertolongan, dan pengampunan dosa-dosa kita.

Dengan shalat kita semakin dekat pada Allah. Kita akan merasa tenang karena ada tempat untuk kita meminta kebaikan apa saja. Kita juga bisa curhat tanpa perlu takut Ia akan tersinggung. Bayangkan kalau kita terlalu banyak curhat dan minta tolong pada orang lain, ia pasti bisa stress. Tapi Allah siap mendengarkan kita 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 12 bulan dalam setahun secara cuma-cuma. Maka kerjakanlah kewajiban shalat dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan khusyu’. Manfaatkan 5 waktu shalat itu untuk dekat denganNya, kamu pasti akan merasa lebih tenang dan lebih bahagia. Jadi, siapa bilang nggak shalat itu nggak rugi?

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu dalam shalatnya.”(Al Mu’minun [23]:1-2).š

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: