MALU ATAS DOSA

MALU

Saudaraku…, mungkin kenistaan diri membuat kita malu untuk datang kepada Allah Swt. Usah kau malu! Sedangkan malu terhadap Allah Azza wa Jalla itu pun adalah hal yang amat berharga bagimu.

Seperti gelar haji yang membuat penyandangnya selalu menjaga perilaku karena malu, maka taubat yang pernah kau jalankan pun akan membawamu merasa malu. Sehingga rasa malu selalu menjadi tameng dirimu untuk tidak lagi mengerjakan perbuatan maksiat.

Dalam sebuah hadits riwayat imam Bukhari, Rasulullah Saw mengisahkan bahwa dulu pernah ada ada seorang ayah yang dikarunia Allah Swt harta yang banyak. Saat ajal menjelang, ia kumpulkan semua anaknya dan ia berwasiat kepada mereka. Ia katakan, “Menurut kalian, Ayah yang bagaimana aku ini?” Anak-anaknya menjawab bahwa dia adalah ayah yang baik. Terenyuh mendengarnya, ia pun menyadari bahwa dirinya tidak pernah melakukan kebaikan sedikitpun. Lalu ia berpesan bila ia telah mati nanti agar jasadnya dibakar, dan debunya ditebarkan pada hari dimana angin bertiup kencang. Ia bersikap demikian karena ia malu bila bertemu dengan Allah Swt, sementara dirinya nista, penuh dengan dosa!

Lalu anak-anaknya menjalankan wasiat itu dengan baik. Saat debu sang ayah mereka tebarkan pada angin yang bertiup kencang, maka Allah Swt menghimpun kembali serpihan dari debu yang betebaran. Serta-merta Allah Swt berfirman dan kembalilah jasad utuh seperti semula.

Kini sang hamba berdiri menggigil ketakutan. Dalam kepanikan yang dialaminya, Allah Swt bertanya kepadanya, “Mengapa kau lakukan ini semua?!”

Dihadapan keagungan Tuhan, sulit sekali lisan berucap dan bibir tergerak. Satu kalimat yang meluncur dari lisannya. “Aku takut pada-Mu, Tuhan… Aku malu pada-Mu!” Itu saja yang dapat ia ucapkan. Ia berdiri merinding, menggigil dan terdiam ketakutan.

Demi melihat hal itu, Allah Swt pun memasukkan sang hamba ke dalam rahmat-Nya. Subhanallah! Rasa malu atas dosa membuat Allah Swt memberi ampunan!

Ketahuilah saudaraku…, dosa dan kesalahan membuat diri kita menjadi malu. Saat mendefinisikan dosa, Rasulullah Saw mengatakan bahwa ia adalah sesuatu yang membuat jiwamu gelisah, dan kau merasa malu bila ada orang yang melihatnya! Demikianlah dosa. Dosa membuat manusia merasa malu. Karenanya, tinggalkanlah!

Diriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibnu Umar sebagai hadits marfu’, “Allah mendatangi orang mukmin pada hari kiamat, Dia mendekatinya hingga membuat orang itu tertutup dari pandangan semua makhluk-Nya. Lalu Allah berkata kepadanya, “Bacalah!” Allah kemudian memberitahukan dosa-dosa orang itu, lalu berkata lagi, “Tahukah kamu dosa ini? Tahukah kamu dosa itu?” Orang itu menjawab, “Ya.” Kemudian ia melihat kanan kirinya, Allah berkata lagi, “Tidak perlu cemas hamba-Ku, kamu berada dalam hijab-Ku hingga tidak ada seorangpun dapat melihat-Mu. Tidak ada seorangpun di antara Aku dan engkau pada hari ini yang dapat mengintip dosa-dosamu selain Aku. Aku memberimu ampun atas dosa-dosa itu cukup dengan satu hal dari semua yang telah kau lakukan untuk-Ku. Orang itu berkata, “Apa itu Tuhanku?” Allah menjawab, “Engkau tidak pernah mengharap ampunan selain daripada Aku.” (Lih. Jami’ Al Ulum wal Hikam, hal. 393)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: