NASEHAT SAHABAT

sahabat

Ya, siapapun juga membutuhkan seorang sahabat. Orang yang bisa menjadi tempat curhat, meminta pendapat, bahkan pertolongan-pertolongan besar lainnya. Ini, kata orang, disebabkan manusia itu mahluk sosial, yang tidak mungkin bisa hidup sendiri tanpa bantuan sesamanya. Maka, saya bisa katakan salah satu orang yang paling beruntung di dunia ini adalah kamu-kamu yang punya seorang sahabat setia. Orang yang bisa dijadikan tempat curhat, memberi dukungan dan juga kebaikan. Sabda Rasulullah saw.:

“Siapa yang Allah kehendaki mendapat kebaikan, Ia memberinya sahabat yang baik.”(tercantum dalam Mukhtasar Ihya Ulumuddin).

Pastinya kamu tahu, sahabat itu bukan sekedar teman main. Tapi orang yang juga bisa ngasih support di saat kita hampir putus asa dan lemah. Kalau sekedar menemani saat bermain, itu banyak. Yang bisa ikut bersenang-senang saat kita sedang hepi, jauh lebih banyak lagi. Kata orang, sahabat itu tidak bisa dicari di saat senang, tapi ia ada di saat susah. Hanya mereka yang ada di saat susah itulah yang layak dijadikan sahabat. Mereka itulah orang-orang yang telah teruji keikhlasannya dalam bersahabat.

Salah satu ciri sahabat sejati adalah siap berkorban tanpa pernah berharap mendapat balasan. Itulah yang membedakan seorang sahabat dengan orang lain. Sifat ini yang dimiliki para sahabat Nabi saw. Mereka rela berkorban bagi sesamanya, meski mereka sendiri sebetulnya juga membutuhkannya. Allah Ta’ala mengabadikan amal soleh mereka agar bisa kita jadikan contoh. FirmanNya:

“Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Al Hasyr [59]:9).

Ketika para sahabat dari kalangan Muhajirin berhijrah ke Madinah, sahabat dari kalangan Anshar menyambut mereka dengan sukacita. Lalu pada saat Rasulullah saw. mempersaudarakan mereka, para sahabat Anshar berlomba-lomba berkorban untuk menolong kebutuhan para sahabat Muhajirin yang meninggalkan harta mereka di Mekkah. Malah, ada yang sanggup membagi dua hartanya dengan saudara mereka dari kalangan Muhajirin. Inilah persahabatan sejati.

Sahabat sejati juga tidak hanya membuat hati kita tidak bete dengan hiburan dan dukungannya, tapi juga bisa meluruskan perbuatan kita yang salah. Karenanya kita harus paham kalau resiko bersahabat adalah siap memberikan teguran sekaligus siap ditegur. Kata sayyidina Ali r.a. “Sahabat adalah orang membuat kita jadi orang yang benar, bukan orang yang selalu membenarkan kita.” Beda banget kan dua macam orang tadi. Yang satu selalu mengawasi dan menegur kesalahan kita, selain juga siap menolong kita, sementara golongan kedua adalah kelompok “Yes Man”. Apapun yang kita kerjakan – salah atau benar – dia asyik-asyik aja. Kalau sahabat kita seperti itu, dan kita juga demikian, saatnya sekarang untuk merenungi lagi makna persahabatan yang selama ini terjalin. Bukan namanya sahabat kalau tidak mau dinasihati dan menasihati sahabatnya.

Lalu gimana sih cara mencari sahabat sejati? Nabi kita punya resepnya. Sabda beliau:

“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah melainkan yang paling utama di antara keduanya adalah yang paling cinta pada saudaranya,”(al hadits).

Untuk mendapatkan seorang sahabat sejati, jadilah dulu sahabat sejati untuk sahabat kita. Nah, sudahkah kita menjadi seorang sahabat yang baik buat sahabat kita? Kenapa tidak mulai dari sekarang. Jadilah sahabat yang baik untuk sahabat kita.

Juga, jangan pernah menghitung-hitung apa yang sudah kita berikan padanya. Lakukan semua kebaikan dengan tanpa pamrih, hanya meminta balasan pahala dari Allah. Dengan begitu tidak ada kata penyesalan keluar dari mulut kita saat kebaikan kita tidak terbalas. Nggak mesti kita memberi sesuatu yang hebat dan wah. Nasihat dan perhatian adalah sesuatu yang berharga. Banyak orang tertolong berkat pertolongan kecil sahabat-sahabat mereka. Sabda Nabi saw.:

“Belum sempurna keimanan seseorang sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri,”(HR. Bukhari).

Jangan lupa untuk mendoakan sahabat kita agar senantiasa dikuatkan keimanannya, diberikan kesehatan dan rizki yang halal lagi baik. Doakan juga agar segala cita-citanya berhasil dicapai, dan mohon juga pada Allah agar hati kita tidak diisi dengan iri hati dan dengki atas keberhasilan dan kelebihan yang dimiliki sahabat kita. Doa seseorang untuk sahabatnya didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya adalah doa yang dikabulkan, di atas kepala orang yang berdoa itu ada malaikat yang ditugaskan supaya tiap ia berdoa baik untuk saudaranya itu supaya disambut: amin wa laka bimitslin (semoga diterima dan untukmu sendiri seperti itu).”(HR. Muslim).

Terakhir, jangan pernah anggap remeh sekecil apapun nasihat seorang kawan kepada kita. Begitupula, jangan pernah sungkan memberikan sedikit dorongan semangat dan nasihat pada sahabat kita. Karena, setiap kita adalah pelita bagi orang lain yang sedang berjalan dalam kegelapan. Kita tidak pernah tahu kapan seseorang sedang membutuhkan pelita. Saya pernah merasakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: