Hari Buruh Sebagai Momentum Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

hari buruh

JAKARTA–MICOM: Pemerintah berharap pelaksanaan peringatan Hari Solidaritas Buruh International (Mayday) yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2011 dapat berlangsung tertib, aman dan damai. Meskipun, masih ada beberapa persoalan di bidang ketenagakerjaan.
Para pengusaha dan pekerja diharapkan bekerja sama agar dapat merayakan Mayday dengan berbagai kegiatan positif serta saling menghormati baik pihak yang merayakannya ataupun pihak tidak merayakannya.
Demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam konferensi pers di kantor Kemenakertrans, Jakarta, Sabtu (30/4).
Muhaimin mengatakan memang selama ini ada beberapa permasalahan ketenagakerjaan yang muncul. Di antaranya soal Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), masalah outsourcing, kontrak kerja dan pesangon, sistem pengupahan dan kebebasan berserikat.
“Soal SJSN, pemerintah memang harus menghitung lebih cermat dan realistis dalam pelaksanaannya. Pemerintah siap melakukan pembahasan rancangan undang-undang Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) bersama DPR dengan konsep yang lebih lengkap sesuai prinsip realistis dan optimalisasi segenap kemampuan tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara dengan melaksanakan secara bertahap,” kata Muhaimin.
“Pada intinya Pemerintah dan DPR sepakat dan berkomitmen mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusian sesuai peraturan perundangan,” kata Muhaimin.
Sedangkan mengenai sistem pengupahan, Kemenakertrans menetapkan adanya keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan penciptaan iklim kondusif untuk pengembangan investasi, yang lebih lanjut dapat memperluas lapangan kerja
“Kebijakan perlindungan pengupahan antara lain penetapan upah minimum Provinsi, kab/kota. Penetapan upah ini, dimaksudkan sebagai jaring pengaman agar upah tidak merosot hingga tingkat yang rendah, akibat ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar kerja,” kata Muhaimin.
“Sedangkan penetapan upah di atas upah miniumum di perusahaan, dilakukan oleh pengusaha dengan pekerja melalui perundingan bipartite,” jelas Muhaimin.
Ditambahkan Muhaimin, tenaga kerja juga harus dilihat sebagai bagian dari faktor produksi, sehingga upah tenaga kerja harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas kerja.
Dengan kata lain, apabila terjadi peningkatan upah (di atas upah minimum) maka diharapkan produktivitas kerja harus meningkat sekurang-kurangnya setara dengan peningkatan upah.
Sedangkan mengenai outsourcing, kata Muhaimin, pemerintah terus melakukan kajian menyempurnakan ketentuan dan memperketat pengawasan pelaksanaan kontak kerja agar tidak merugikan buruh maupun pengusaha.
“Perlu pengaturan yang lebih jelas dan pengawasan yang diperketat tentang outsourching agar tidak terjadi outsourching yang terus menerus yang merugikan para pekerja maupun pihak pengusaha,” kata Muhaimin.
Mengenai penyempurnaan regulasi yang selama ini belum sepenuhnya ada, maka diharapkan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit antara pemerintah, pengusaha dan pekerja untuk membicarakan yang terbaik diantara solusi-solusi ketenagakerjaan yang ada.
Dengan adanya kebebasan berserikat di Indonesia maka diharapkan tidak terjadi lagi kasus-kasus yang terkait dengan union busting (pelarangan berserikat). Kemenakertrans telah bekerja sama dengan lembaga hukum seperti Polri dan Kejaksaan termasuk penanganan kasus yang terindikasi union busting.
Namun di sisi lain, hendaknya kebebasan berserikat juga harus dimaknai sebagai cara mengembangkan dialog sosial untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
Banyaknya serikat pekerja diharapkan dapat berperan lebih efektif dalam peningkatan kesejahteraan pekerja melalui peningkatan produktivitas pekerja itu sendiri. (*/OL-3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: