Mulai dari Infeksi hingga Kelainan Kromosom

 JANIN tidak berkembang dan janin terganggu merupakan hal yang sering menghantui ibu hamil. Kondisi itu menjadi penyebab utama keguguran. Hal tersebut yang dirasakan Wita (26). Ia harus menelan kenyataan pahit. Janin yang dia kandung, yang baru berusia tiga bulan, dinyatakan tidak berkembang oleh dokter.

Awalnya ia tidak percaya pada diagnosa dokter. Namun setelah berganti tiga dokter, ia harus segera dikuretasi karena kehamilan itu bisa membahayakan jiwanya. “Setelah diperiksa USG, janin tak berkembang. Jadi harus dikuret,” katanya sedih.

Menurut dr Firmansyah SpOG, diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya pada trimester pertama usia kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua, tetapi biasanya pada trimester pertama sudah terlihat. “Dari hasil USG, janin tak berkembang bisa dilihat,” katanya di Klinik Bhayangkara Thehok.

Lalu apa penyebabnya? Firman mengatakan, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kondisi itu. Pertama, faktor genetis. Itu adalah faktor utama. Bukan faktor keturunan, melainkan dari sperma atau sel telur. Dalam hal ini, kualitas dan kuantitas sperma serta sel telur tidak baik sehingga saat penyatuan keduanya, hasilnya tidak berkembang prima.

Firman mengatakan, hal itu biasanya mengarah ke blighted ovum. Bilghted ovum adalah kondisi ketika janin yang dari awal tidak tampak. Hanya ada kantong kehamilan. Tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam suatu rongga di dalam rahim. Pada USG akan tampak gambaran hitam, berisi cairan, dan tidak tampak bayangan calon janin sama sekali.

Kedua, bisa karena adanya infeksi TORCH. Infeksi disebabkan toksoplasma, rubella, CMV atau cito megalo virus, herpes simplex I dan simplex II. Dalam hal ini, yang dilihat adalah refleks di tubuh kita, yaitu terbentuknya antibodi terhadap kuman dan virus ini.

Jika diasumsikan bermasalah, harus segera diterapi. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sebelum hamil agar tidak menganggu kondisi si ibu. “Jika sudah hamil, sebaiknya dilakukan terapi sepanjang kehamilan. Faktor yang disebabkan infeksi, semua terapinya dengan oral atau obat yang diminum,” katanya.

Ketiga, faktor anticardiolipin (ACA) atau pembekuan darah. Terbentuknya faktor pembekuan yang menyumbat pembuluh-pembuluh darah yang arahnya ke janin, akhirnya pertumbuhan janin terhenti. Penyebabnya karena faktor imun yang tergantung pada sensitivitas masing-masing orang.

Jika itu terjadi, begitu ada kehamilan, dia mengangap kehamilan ini musuhnya dan langsung terbentuk pembekuan. Darah membeku dan menyumbat daerah-daerah yang arahnya ke janin. “Janin otomatis tidak mendapat suplai baik makanan, minuman, maupun oksigen,” lanjutnya.

Kondisi seperti itu harus segera diterapi, yaitu dengan memberikan obat antipembekuan darah (bisa berupa obat minum atau suntik, tergantung seberapa berat kasus). Jika si ibu dikondisikan sudah normal kembali, pada saat hamil pun biasanya dalam pengawasan ketat dan tetap diterapi sampai bayi lahir.

Pasalnya, sewaktu-waktu bisa terjadi pembekuan lagi yang menganggu suplai makanan sehingga mengakibatkan janin tidak berkembang atau pertumbuhan bayi terhambat. “Terapi itu termasuk terapi mahal, karena obat memang relatif mahal,” lanjutnya.

Penyebab lain, kondisi endometrium tempat janin bersemayam dan gangguan hormon.(*)

Ditulis oleh SITI MASNIDAR, Kota Jambi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: