ORANG WAMENA PAPUA (ORANG GUNUNG)

wamena

Hukum negara tidak berlaku di Papua yang berlaku adalah hukum Adat dimana hukum yang berkembang adalah hukum denda kalau nabrak babi/anjing apabila babi dan anjingnya disusui oleh mereka itu akan dikali sampai lahir anak-anak babi dan anjing yang keberapa bisa-bisa puluhan juta kita harus mengganti babi/anjing yang kita tabrak kalah harga manusia , justru kalu kita nabrak manusia itu bisa milyaran dendanya, apalagi nyawa harus dibayar dengan nyawa , mereka sebenarnya senang apabila kita menegurnya duluan kalau baik mereka akan baik sekali tetapi kita akan meresakan bau sekali bil;a disekeliling itu orang mereka semua mungkin rexona pun tidak akan mempan menghalau bau badan mereka , satu hal yang jangan kita lakukan didepan mereka dengan menutup hidung karena bau mereka akan tersinggung sekali jalan satu-satunya yang aman kita rasanin aja sambil tahan nafas baru setelah itu kalau tidak ada mereka baru boleh semaunya. Cara berkomunikasi mereka dengan (Wu..wu…w..u) bisa isyarat perang/kematian, suara mereka bisa memantul dalam hitungan beberapa menit saja orang-orang dari gunung langsung datang dan berkumpul (kalau mau selamat mendengar isyarat seperti itu kita lebih aman menyelamtkan diri jangan sekali-kali memeasuki zona merah mereka). Menjelang tanggal 1 Desember 2011 mereka akan turun gunung untuk merayakan hari kemerdekaan mereka (kemerdekaan Papua Bintang kejora). Mereka sering makan pinang (orang menyebut permen Papua) dan mereka gemar sekali mabuk-mabukan. Kelemahan mereka di ulu hati sekitar dada kalau kita pukul kepala mereka dengan kayu justru kayunya yang patah atau anggota tubuh lalinnya kecuali kita pukul bagian dadanya baru mereka akan kesakitan pinang dan Miras biasanya menyerang ulu hati, makanya penjualan Miras di Papua itu laku keras merupakan omzet terbesar di Papua. Para lelakinya tidak bekerja yang bekerja menurut adat disana adalah para wanitanya tugas laki-laki berkumpul dan berkumpul kemudian perang, apalagi ketua / kepala adat itu harus mempunyai istri yang banyak. Mereka sulit diatur semaunya mereka( kalau di Jakarta orang yang tidur di jalanan adalah orang miskin/tidak punya uang tetapi di Papua justru terbalik ketika merteka banyak uang mereka habiskan hari itu juga buat mabuk-mabukan dan uniknya mereka mabuk tidak di rumah tetapi mereka mabuk tidur di jalan-jalan). Normalnya mereka ada hari itu dimakan ya kalau tidak ada ya tidak ada yang dimakan , mereka tidak punya budaya menanbung (jadi pemerintah pusat biarpun memberikan bantuan semana pun kalau masyarakatnya tidak mau maju ya sulit juga). Mereka tinggal di HONE rumah menurut mereka antara laki-laki dan perempuan dipisah meskipun suami istri lantas gimana mereka melakukan hubungan badan harus di luar HONE tabu bagi mereka bersenggama suami istri di HONE mereka melakukan di hutan-hutan, dan anak laki-laki dikatakan hebat apabila mereka bisa mencuri dan merampok (maka apabila mereka sudah masuk rumah untuk mencuri kita diam saja pura-pura tidur kalau teriak kita bisa di bunuh dengan parang yang ia bawa lebih aman diam atau sebelum ia masuk rumah untuk mencuri kita berdehem saja nah ia akan tahu oh ada orangnya ia tidak akan mencuri mereka terkenal nekat dan sadis mereka lebih mendahulukan emosi dari pada akalnya gampang di propokatorin.

Referency : Dari Penduduk Pendatang Sentani Jayapura Papua YPKP tahun  Sentani, 17 Nopember 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: